Sekda Grobogan Terima Audensi Delegasi Uni Eropa dan Echo Green

Grobogan – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan Dr. Ir. Moh. Sumarsono, M.Si menerima audiensi delegasi Uni Eropa untuk Indonesia & Brunei Darussalam serta dari ECHO GREEN di ruang rapat wakil bupati Grobogan, Kamis (10/11/2022). Maksud dari audiensi ini adalah guna menyampaikan capaian program ECHO GREEN dan mendorong replikasi model inisiatif ekonomi hijau di sektor pertanian diseluruh desa di Kabupaten Grobogan. ECHO GREEN merupakan proyek yang didanai oleh Uni Eropa dan merupakan proyek konsorsium yang terdiri atas Yayasan Penabulu selaku Koordinator Program; ICCO Cooperation, Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan (KPSHK), dan Konsil LSM Indonesia selaku Anggota Konsorsium; serta Delegation of the European Union to Indonesia and Brunei Darussalam (Uni Eropa) selaku pendukung konsorsium. Proyek ECHO GREEN bertujuan mempromosikan inisiatif ekonomi hijau oleh petani perempuan dan generasi muda di sektor pertanian berkelanjutan, dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian, ketahanan pangan, kesempatan kerja yang layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sebagai upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.
Sebagai daerah penghasil padi, jagung, dan kedelai terbesar dengan didukung luasnya lahan pertanian serta kontribusi sektor pertanian yang cukup besar dalam PDRB, Kabupaten Grobogan menjadi salah satu dari 3 (tiga) kabupaten di Indonesia yang menjadi lokasi proyek ECHO GREEN ini, selain Kab. Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat & Kab. Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Proyek ECHO GREEN ini sudah berjalan lebih dari 2,5 tahun di Kabupaten Grobogan. Proyek ini melibatkan 3 kecamatan dan 49 desa, yaitu 28 desa di Kecamatan Godong; 20 desa di Kecamatan Penawangan; dan 1 Desa di Kecamatan Karangrayung. Selama itu, proyek tersebut telah menghasilkan beberapa pencapaian yakni tersusunnya visi kolektif pemulihan peran perempuan dan generasi muda tani di Kabupaten Grobogan; tersusunnya peta desa di 49 desa; terbentuknya 22 kelompok generasi muda tani dan kelompok perempuan tani di Kec. Penawangan dan 18 kelompok generasi muda tani dan kelompok perempuan tani di Kec. Godong.Tidak hanya hal itu, proyek ECHO GREEN juga berhasil membuat demplot inisiatif pertanian hijau dan berkelanjutan. Demplot tersebut antara lain: Demplot jamur merang di Desa Manggar Wetan Kecamatan Godong, Demplot pertanian ramah lingkungan dan kemitraan okra di Desa Ketangirejo Kecamatan Godong, Demplot pengolahan limbah rumah tangga menjadi ekoenzim di Desa Lajer Kecamatan Penawangan, dan Demplot pengendalian hama terpadu di Desa Watupawon Kecamatan Penawangan. Proyek ini juga berhasil membentuk Peraturan Desa (Perdes) tentang Tata Kelola Wilayah Desa di Desa Jatilor dan Pahesan Kecamatan Godong serta Desa Sedadi dan Desa Lajer di Kecamatan Penawangan. Pun terjalinnya kemitraan kelompok generasi muda dengan PT Kelola Agro Makmur (KAM) untuk komoditas Okra dalam bentuk MoU (Memorandum of Understanding).
Hadir dalam acara tersebut Kepala BAPPEDA Kabupaten Grobogan, Kepala BPPKAD Kabupaten Grobogan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Grobogan, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Grobogan, serta perwakilan dari OPD terkait.
Sumber: Sekretariat Daerah Kabupaten Grobogan

Sumber: http://echogreen.id/sekda-grobogan-terima-audiensi-delegasi-uni-eropa-dan-echo-green/